1. Penerapan
elearning di Indonesia. Apa yang menjadi kendala dan kemungkinan yang muncul.
Jelaskan kendala dan kemungkinan tersebut, dan bagaimana mengatasi dan
mengoptimalkan pelaksanaan elearning jika diterapkan di Indonesia.
Jawab
Di dalam penerapannya di Indonesia, e-learning
juga memiliki beberapa keterbatasan dan kendala yang harus diwaspadai, seperti
sebagai berikut
·
Investasi.
Walaupun e-learning pada akhirnya dapat menghemat biaya pelatihan, akan tetapi
memerlukan investasi yang sangat besar pada permulaannya. Sehingga bila tidak
dikelola dengan baik akan mengakibatkan kerugian besar. Investasi ini dalam
bentuk kapital atau pun sumber daya manusia,
·
Budaya.
Pemanfaatan e-learning membutuhkan budaya belajar mandiri dan kebiasaan untuk
belajar atau mengikuti pelatihan melalui komputer, dimana hal ini baru dimiliki
oleh sebagian kecil sumber daya manusia kita. Oleh karena itu, change
management yang handal sangat diperlukan untuk menjamin kesuksesan penerapan
e-learning ini
·
Teknologi
dan Infrastruktur. E-learning membutuhkan perangkat komputer, jaringan yang
handal, dan teknologi yang tepat. Akan tetapi, ketersediaaan infrastruktur dan
teknologi ini masih belum memadai bagi beberapa perusahaan.
·
Desain
Materi. Penyampaian materi dalam bentuk e-learning, tentu berbeda dengan
penyampaian materi dalam training konvesional. Penyampain materi melalui
e-learning perlu dikemas dalam bentuk yang learner-centric. Saat ini masih
sangat sedikit instructional designer yang berpengalaman dalam membuat suatu
paket pelajaran e-learning yang memadai.
Seringkali hambatan dan keterbatasan e-learning tersebut membuat implementasi e-learning di Indonesia berjalan dengan sangat lamban. Bahkan, tidak jarang hambatan tersebut membawa perusahaan pada kegagalan implementasi yang merugikan perusahaan jutaan dollar atau miliaran rupiah.
Seringkali hambatan dan keterbatasan e-learning tersebut membuat implementasi e-learning di Indonesia berjalan dengan sangat lamban. Bahkan, tidak jarang hambatan tersebut membawa perusahaan pada kegagalan implementasi yang merugikan perusahaan jutaan dollar atau miliaran rupiah.
Walaupun
terdapat keterbatasan dan hambatan di Indonesia, penerapan e-learning di dunia,
termasuk di negara tetangga terus melaju pesat. Para praktisi pelatihan di
dunia sudah tidak meragukan akan meledaknya penggunaan e-learning di dunia,
mereka hanya tinggal menunggu waktunya
2.
Interaksi
merupakan bagian yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran. Dalam pemanfaatan
elearning, interaksi yang muncul di antara peserta pembelajaran menjadi
tantangan tersendiri. Bagaimana mengoptimalkan aspek interaksi sehingga semua
aspek interaktivitas pada pembelajaran tatap muka (face-to-face) dapat tercapai?
Jawab
Untuk
mengoptimalkan aspek interaktifitas adalah dengan terlebih dahulu menumbuh
kembangkan motivasi untuk belajar terutama belajar mandiri karena e-learning
tidak dapat lancar jika individu tidak mempunya motivasi dalam belajar. Berbicara
tentang motivasi maka kita dapat menggunakan model ARCS yang dikembangkan oleh
Keller yaitu –jika disingkat- memberi arahan untuk mendapatkan atensi siswa,
menjadikan materi yang kita kembangkan menjadi materi yang relevan dengan
kehidupan sehari-hari, sehingga terciptanya suasana yang konfiden dan pada
akhirnya mendapatkan semacam kepuasan dengan materi yang telah disampaikan.
Setelah
model ini sukses diterapkan kepada siswa maka langkah kedua mencari model
interaksi yang dapat menjadikan semua aspek interaktivitas pada pembelajaran
tatap muka menjadi menarik dengan metode video conference.
Video
conference telah mewakili seluruh aspek ARCS dimana guru memberi peranan
penting untuk memberi pengaruh untuk menarik perhatian siswa, dan apa yang
disampaikan oleh guru atau trainer berisikan kondisi terkini dan relevan.
Apalagi jika trainer berhasil mendesain pembelajaran jarak jauhnya dengan memberi
bobot nilai dalam interaksi yang dibangun dari diskusi perserta didik, terlebih
video conference dapat menggunakan alat teknologi lain yang bisa disambungka
dalam satu saluran video conference, sebagai contoh rekaman live video
conference dimana kamera tidak hanya menyoroti pembicara namun bisa juga dengan
whiteboard dan desktop komputer atau kombinasi pembicaraan dengan trainer dan
gerakan pointer mouse pada dekstop.
Model
video konfrensi pun mempunyai bermacam bentuk dan model, seperti video
konference yang berbasis studio, dan ini amatlah baik untuk kelompok belajar
yang besar dan berbasis kelas dengan banyak murid dan siswa. Keuntungan model
VC berbasis studio adalah kenyamanan peserta didik yang dapat berinteraksi
bersama melalui diskusi kelompok yang dapat diperlhatkan langsung pada trainer
melalui media video.
Model
lain dari video conference adalah dekstop video conference dimana ini sangan
cocok untuk pembelajaran individu yang bersifat tatap muka, namun kelemahannya
adalah tidak adanya point interaksi kelompok kecil kecuali memang cukup untuk
ukuran dekstop.
Teknologi
Video Conference sudah makin berkembang untuk saat ini bahkan salah satu yang
mendukung video confrence adalah google hangouts. Google hangouts adalah salah
satu fitur yang terdapat pada google plus (baca : google +) salah satu media
atau jejaring sosial yang dikembangkan oleh perusahaan mega IT Google.
Disebutkan bahwa perangkat yang dibutuhkan untuk mendukung video konfrensi
tidak begitu banyak dan tidak begitu sulit diantaranya adalah :
- Kamera berbasis web
- Koneksi boardband yang cepat
- Speaker dan michrophone yang canggih.
Dengan google + yang sifatnya jejaring
sosial maka interaksi antar guru dan muridnya bisa menjadi menyenangkan dengan
dengan itu aspek interakfitivas pada pembelajaran tatap muka dapat tercapai.
3.
Mengapa
pendidikan perlu mempertimbangkan elearning? Bagaimana dengan ilmuan teknologi
pendidikan menyikapi hal ini?
Jawab
Pendidikan
perlu mempertimbangkan e-learning
karena beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari metode tersebut. Antara lain
efisiensi biaya, mudahnya menyebarkan materi pembelajaran dan keleluasaan dalam
belajar yang menguntungkan guru dan murid.
Murid bisa bebas mengakses informasi dan
mendapatkan kedalaman pengetahuan sesuai yang diinginkannya. Tidak perlu
menunggu jadwal pembelajaran dari lembaga pendidikan yang diikutinya. Hal ini
bisa menjadi percepatan dalam pendalaman materi dan mempermudah terbentuknya
para ahli di bidangnya.
Pentingya
e-learning untuk dunia pendidikan
karena e-learning mempunyai
karakteristik sebagai berikut :
1.
Interactivity
(interaktivitas) : tersedianya jalur komunikasi yan glebih banyak, baik secara
langsung (synchronous), seperti
chatting atau messenger atau tidak langsung (asynchronous), seperti forum, mailing list atau buku tamu
2.
Independency
(kemandirian); fleksibilitas dalam aspek penyediaan waktu, tempat, pengajar dan
bahan ajar. Hal ini menyebabkan pembelajatan menjadi lebih terpusat kepada
siswa (student-centered learning).
3.
Accessibility
(aksesibilitas); sumber-sumber belajar menjadi lebih mudah di akses melalui
pendistribusian di jaringan internet dengan akses yang lebih luas daripada
pendistribusian sumber belajar pada pembelajaran konvesional.
4.
Enrichment
(pengayaan); kegiatan pembelajaran, rpesentasi materi kuliah dan materi
pelatihan sebagai pengayaan, memungkinkan penggunaan perangkat teknologi
informasi seperti video streaming,
simulasi dan animasi.
Dalam
paradigma teknologi pendidikan, penerapan e-learning
ini adalah sebuah salah satu solusi mengatasi masalah belajar di dunia
pendidikan. Pendidikan perlu mempertimbangkan e-learning, karena ada beberapa manfaatnya antara lain :
1.
Tersedianya
fasilitas e-moderating, dimana guru
dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara
regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan tanpa dibatasi
oleh jarak, tempat dan waktu
2.
Guru
dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur
dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai
berapa jauh bahan ajar dipelajari
3.
Siswa
dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan dimana saja kalau
diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di computer atau cloud computing (google drive)
4. Bila siswa memerlukan tambahan
informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan
akses di internet
5. Baik guru maupun siswa dapat melakukan
diskusi melalui internet yang dapat diikuti melalui jumlah peserta yang banyak,
sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
6. Berubahnya peran siswa dari yang
biasanya pasif menjadi aktif
7. Relatif lebih efisien. Misalnya bagi
mereka yang tinggal jauh dari perguruan tinggi atau sekola konvenisonal, bagi
mereka yang sibuk bekerja, bagi merek ayang bertugas di kapal, di luar negeri
dan sebagainya.
Di
penerapan e-learning digunakan
internet. Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran memiliki beberapa
kelebihan sebagai berikut :
1. Dimungkinkan terjadinya distribusi
pendidikan ke semua penjuru tanah air dan kapasitas saya tamping yang tidak
terbatas karena tidak memerlukan ruang kelas
2. Proses pembelajaran tidak terbatas
oleh waktu seperti halnya tatap muka biasa
3. Pembelajaran dapat memilih topik atau
bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing
4. Lama waktu belajar juga tergantung
pada kemampuan masing-masing siswa
5. Adanya keakuratan dan kekinian materi
pembelajaran
6. Pembelajaran dapat dilakukan secara
interaktif, sehingga menarik siswa; dan memungkinkan pihak berkepentingan (orang
tua siswa maupun guru) dapat turut serta menyukseskan proses pembelajaran,
dengan cara mengecek tugas-tugas yang dikerjakan siswa secara on-line.
4.
Pemanfaatan
elearning ditengarai akan menyebabkan perilaku penyendiri tidak mau
bersosialisasi dengan orang lain di lingkungannya. Bagaimana upaya teknolog
pembelajaran dalam mengatasi kemungkinan tersebut?
Jawab
Perilaku penyendiri merupakan Salah
satu efek kurang baik dari pemanfaatan e-learning
karena kecenderungan pelakunya yang lebih suka sendiri daripada harus
bersosialisasi dengan orang lain. Karena berhadapan dengan media internet yang
sudah bisa mengakomodasi keinginan dan kebutuhan pembelajar sesuai minat dan
gaya belajarnya sendiri. Berbeda jika mereka harus berhadapan dengan orang lain
dan harus menyesuaikan perbedaan dirinya dengan orang tersebut.
Dan hal seperti ini tidak boleh
dibiarkan berlarut-larut. Karena manusia adalah makhluk social ( bermasyarakat
) yang memerlukan orang lain dalam hidupnya. Penilaian; solusi yang mungkin
bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah :
- Menggunakan sistim belajar kooperatif (Cooperative Learning). Yaitu dalam belajar siswa dibentuk dalam kelompok kecil untuk belajar. Sehingga walau terpaksa, siswa tetap melakukan interaksi dengan siswa lainnya untuk menyelesaikan tugas tersebut. Untuk lebih menarik, tugas yang diberikan berdasarkan masalah tertentu atau proyek tertentu, mengambil metode pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning dan project-based learning).
- harus diusahakan adanya interaksi yang baik dan efektif antara siswa-guru, siswa-siswa, siswa-masyarakat. Contohnya seperti tugas mewawancarai profesi tertentu untuk menganalisis kinerja mereka kemudian mempresentasikan tugasnya secara online. Dengan cara ini siswa juga harus berinteraksi dengan masyarakat luar. Sehingga memberikan pengaruh yang baik pada proses sosialisasinya. Guru harus memberikan umpan balik yang baik dan bisa memotivasi siswa, untuk bisa terus berperan aktif dalam masyarakat. Dengan berdasarkan hal ini, siswa akan terpacu untuk mengembangkan kemampuan beinteraksi aktif dengan siapapun dalam rangka menjadi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Daftar
Pustaka
-
E. Effendi, SE, MBA http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/11/hambatan-dan-keterbatasan-e-learning.html
-
Heni
Prasetyorini http://edutek13.blogspot.com/2013/12/e-learning.html
No comments:
Post a Comment