Saturday, 18 January 2014

UTS



1.   Penerapan elearning di Indonesia. Apa yang menjadi kendala dan kemungkinan yang muncul. Jelaskan kendala dan kemungkinan tersebut, dan bagaimana mengatasi dan mengoptimalkan pelaksanaan elearning jika diterapkan di Indonesia.
Jawab
Di dalam penerapannya di Indonesia, e-learning juga memiliki beberapa keterbatasan dan kendala yang harus diwaspadai, seperti sebagai berikut
·         Investasi. Walaupun e-learning pada akhirnya dapat menghemat biaya pelatihan, akan tetapi memerlukan investasi yang sangat besar pada permulaannya. Sehingga bila tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan kerugian besar. Investasi ini dalam bentuk kapital atau pun sumber daya manusia,
·         Budaya. Pemanfaatan e-learning membutuhkan budaya belajar mandiri dan kebiasaan untuk belajar atau mengikuti pelatihan melalui komputer, dimana hal ini baru dimiliki oleh sebagian kecil sumber daya manusia kita. Oleh karena itu, change management yang handal sangat diperlukan untuk menjamin kesuksesan penerapan e-learning ini
·         Teknologi dan Infrastruktur. E-learning membutuhkan perangkat komputer, jaringan yang handal, dan teknologi yang tepat. Akan tetapi, ketersediaaan infrastruktur dan teknologi ini masih belum memadai bagi beberapa perusahaan.
·         Desain Materi. Penyampaian materi dalam bentuk e-learning, tentu berbeda dengan penyampaian materi dalam training konvesional. Penyampain materi melalui e-learning perlu dikemas dalam bentuk yang learner-centric. Saat ini masih sangat sedikit instructional designer yang berpengalaman dalam membuat suatu paket pelajaran e-learning yang memadai.
Seringkali hambatan dan keterbatasan e-learning tersebut membuat implementasi e-learning di Indonesia berjalan dengan sangat lamban. Bahkan, tidak jarang hambatan tersebut membawa perusahaan pada kegagalan implementasi yang merugikan perusahaan jutaan dollar atau miliaran rupiah.
Walaupun terdapat keterbatasan dan hambatan di Indonesia, penerapan e-learning di dunia, termasuk di negara tetangga terus melaju pesat. Para praktisi pelatihan di dunia sudah tidak meragukan akan meledaknya penggunaan e-learning di dunia, mereka hanya tinggal menunggu waktunya

2.    Interaksi merupakan bagian yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran. Dalam pemanfaatan elearning, interaksi yang muncul di antara peserta pembelajaran menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana mengoptimalkan aspek interaksi sehingga semua aspek interaktivitas pada pembelajaran tatap muka (face-to-face) dapat tercapai?
Jawab
Untuk mengoptimalkan aspek interaktifitas adalah dengan terlebih dahulu menumbuh kembangkan motivasi untuk belajar terutama belajar mandiri karena e-learning tidak dapat lancar jika individu tidak mempunya motivasi dalam belajar. Berbicara tentang motivasi maka kita dapat menggunakan model ARCS yang dikembangkan oleh Keller yaitu –jika disingkat- memberi arahan untuk mendapatkan atensi siswa, menjadikan materi yang kita kembangkan menjadi materi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga terciptanya suasana yang konfiden dan pada akhirnya mendapatkan semacam kepuasan dengan materi yang telah disampaikan.
Setelah model ini sukses diterapkan kepada siswa maka langkah kedua mencari model interaksi yang dapat menjadikan semua aspek interaktivitas pada pembelajaran tatap muka menjadi menarik dengan metode video conference.
Video conference telah mewakili seluruh aspek ARCS dimana guru memberi peranan penting untuk memberi pengaruh untuk menarik perhatian siswa, dan apa yang disampaikan oleh guru atau trainer berisikan kondisi terkini dan relevan. Apalagi jika trainer berhasil mendesain pembelajaran jarak jauhnya dengan memberi bobot nilai dalam interaksi yang dibangun dari diskusi perserta didik, terlebih video conference dapat menggunakan alat teknologi lain yang bisa disambungka dalam satu saluran video conference, sebagai contoh rekaman live video conference dimana kamera tidak hanya menyoroti pembicara namun bisa juga dengan whiteboard dan desktop komputer atau kombinasi pembicaraan dengan trainer dan gerakan pointer mouse pada dekstop.
Model video konfrensi pun mempunyai bermacam bentuk dan model, seperti video konference yang berbasis studio, dan ini amatlah baik untuk kelompok belajar yang besar dan berbasis kelas dengan banyak murid dan siswa. Keuntungan model VC berbasis studio adalah kenyamanan peserta didik yang dapat berinteraksi bersama melalui diskusi kelompok yang dapat diperlhatkan langsung pada trainer melalui media video.
Model lain dari video conference adalah dekstop video conference dimana ini sangan cocok untuk pembelajaran individu yang bersifat tatap muka, namun kelemahannya adalah tidak adanya point interaksi kelompok kecil kecuali memang cukup untuk ukuran dekstop.
Teknologi Video Conference sudah makin berkembang untuk saat ini bahkan salah satu yang mendukung video confrence adalah google hangouts. Google hangouts adalah salah satu fitur yang terdapat pada google plus (baca : google +) salah satu media atau jejaring sosial yang dikembangkan oleh perusahaan mega IT Google. Disebutkan bahwa perangkat yang dibutuhkan untuk mendukung video konfrensi tidak begitu banyak dan tidak begitu sulit diantaranya adalah :
-          Kamera berbasis web
-          Koneksi boardband yang cepat
-          Speaker dan michrophone yang canggih.
      Dengan google + yang sifatnya jejaring sosial maka interaksi antar guru dan muridnya bisa menjadi menyenangkan dengan dengan itu aspek interakfitivas pada pembelajaran tatap muka dapat tercapai.


3.    Mengapa pendidikan perlu mempertimbangkan elearning? Bagaimana dengan ilmuan teknologi pendidikan menyikapi hal ini?
      Jawab
Pendidikan perlu mempertimbangkan e-learning karena beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari metode tersebut. Antara lain efisiensi biaya, mudahnya menyebarkan materi pembelajaran dan keleluasaan dalam belajar yang menguntungkan guru dan murid.
Murid  bisa bebas mengakses informasi dan mendapatkan kedalaman pengetahuan sesuai yang diinginkannya. Tidak perlu menunggu jadwal pembelajaran dari lembaga pendidikan yang diikutinya. Hal ini bisa menjadi percepatan dalam pendalaman materi dan mempermudah terbentuknya para ahli di bidangnya.
Pentingya e-learning untuk dunia pendidikan karena e-learning mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1.    Interactivity (interaktivitas) : tersedianya jalur komunikasi yan glebih banyak, baik secara langsung (synchronous), seperti chatting atau messenger atau tidak langsung (asynchronous), seperti forum, mailing list atau buku tamu
2.    Independency (kemandirian); fleksibilitas dalam aspek penyediaan waktu, tempat, pengajar dan bahan ajar. Hal ini menyebabkan pembelajatan menjadi lebih terpusat kepada siswa (student-centered learning).
3.    Accessibility (aksesibilitas); sumber-sumber belajar menjadi lebih mudah di akses melalui pendistribusian di jaringan internet dengan akses yang lebih luas daripada pendistribusian sumber belajar pada pembelajaran konvesional.
4.    Enrichment (pengayaan); kegiatan pembelajaran, rpesentasi materi kuliah dan materi pelatihan sebagai pengayaan, memungkinkan penggunaan perangkat teknologi informasi seperti video streaming, simulasi dan animasi.
Dalam paradigma teknologi pendidikan, penerapan e-learning ini adalah sebuah salah satu solusi mengatasi masalah belajar di dunia pendidikan. Pendidikan perlu mempertimbangkan e-learning, karena ada beberapa manfaatnya  antara lain :
1.    Tersedianya fasilitas e-moderating, dimana guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu
2.    Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari
3.    Siswa dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan dimana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di computer atau cloud computing (google drive)
4.  Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet
5.  Baik guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti melalui jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
6.  Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif
7.  Relatif lebih efisien. Misalnya bagi mereka yang tinggal jauh dari perguruan tinggi atau sekola konvenisonal, bagi mereka yang sibuk bekerja, bagi merek ayang bertugas di kapal, di luar negeri dan sebagainya.

Di penerapan e-learning digunakan internet. Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut :
1.  Dimungkinkan terjadinya distribusi pendidikan ke semua penjuru tanah air dan kapasitas saya tamping yang tidak terbatas karena tidak memerlukan ruang kelas
2.  Proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu seperti halnya tatap muka biasa
3.  Pembelajaran dapat memilih topik atau bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing
4.  Lama waktu belajar juga tergantung pada kemampuan masing-masing siswa
5.  Adanya keakuratan dan kekinian materi pembelajaran
6.  Pembelajaran dapat dilakukan secara interaktif, sehingga menarik siswa; dan memungkinkan pihak berkepentingan (orang tua siswa maupun guru) dapat turut serta menyukseskan proses pembelajaran, dengan cara mengecek tugas-tugas yang dikerjakan siswa secara on-line.

4.    Pemanfaatan elearning ditengarai akan menyebabkan perilaku penyendiri tidak mau bersosialisasi dengan orang lain di lingkungannya. Bagaimana upaya teknolog pembelajaran dalam mengatasi kemungkinan tersebut?
      Jawab
Perilaku penyendiri merupakan Salah satu efek kurang baik dari pemanfaatan e-learning karena kecenderungan pelakunya yang lebih suka sendiri daripada harus bersosialisasi dengan orang lain. Karena berhadapan dengan media internet yang sudah bisa mengakomodasi keinginan dan kebutuhan pembelajar sesuai minat dan gaya belajarnya sendiri. Berbeda jika mereka harus berhadapan dengan orang lain dan harus menyesuaikan perbedaan dirinya dengan orang tersebut.

Dan hal seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Karena manusia adalah makhluk social ( bermasyarakat ) yang memerlukan orang lain dalam hidupnya. Penilaian; solusi yang mungkin bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah :
  1. Menggunakan sistim belajar kooperatif (Cooperative Learning). Yaitu dalam belajar siswa dibentuk dalam kelompok kecil untuk belajar. Sehingga walau terpaksa, siswa tetap melakukan interaksi dengan siswa lainnya untuk menyelesaikan tugas tersebut.  Untuk lebih menarik, tugas yang diberikan berdasarkan masalah tertentu atau proyek tertentu, mengambil metode pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning dan project-based learning).
  2. harus diusahakan adanya interaksi yang baik dan efektif antara siswa-guru, siswa-siswa, siswa-masyarakat. Contohnya seperti tugas mewawancarai profesi tertentu untuk menganalisis kinerja mereka kemudian mempresentasikan tugasnya secara online. Dengan cara ini siswa juga harus berinteraksi dengan masyarakat luar. Sehingga memberikan pengaruh yang baik pada proses sosialisasinya. Guru harus memberikan umpan balik yang baik dan bisa memotivasi siswa, untuk bisa terus berperan aktif dalam masyarakat. Dengan berdasarkan hal ini, siswa akan terpacu untuk mengembangkan kemampuan beinteraksi aktif dengan siapapun dalam rangka menjadi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.




Daftar Pustaka
-          Heni Prasetyorini http://edutek13.blogspot.com/2013/12/e-learning.html

No comments:

Post a Comment